Puasa Tarwiyah Dan Arafah, Niat dan Keutamaanya

781
puasa tarwiyah dan arafah

Puasa tarwiyah dan arafah merupakan salah satu puasa sunnah yang mempunyai pahala yang besar. Sunnah artinya jika dilakukan mendapatkan pahala jika tidak dilakukan tidak apa-apa. Puasa tarwiyah dan arafah jatuh bertepatan pada bulan Dzulhijjah. Dimana umat muslim melaksanakan agenda besar yaitu ibadah haji dan melaksanakan Hari Raya Idul Adha.

Jika sebelum Idul Fitri kita diwajibkan puasa Ramadan, maka sebelum Idul Adha kita juga disunnahkan untuk beribadah puasa. Puasa itu dinamakan puasa Tarwiyah dan puasa Arafah.

 

Apa puasa tarwiyah dan arafah itu?

Puasa Tarwiyah adalah puasa yang dilakukan pada tanggal ke-8 bulan Dzulhijjah. Disebut tarwiyah karena pada waktu itu air sangat melimpah. Sedangkan puasa Arafah adalah puasa yang dilakukan pada hari ke-9 bulan Dzulhijjah. Dinamakan Hari Arafah, karena pada hari itu diwajibkan bagi jamaah haji untuk wukuf di Arafah. Cara melaksanakanya sama dengan puasa sunnah-sunnah yang lainnya yaitu diawali bersahur sebelum subuh dan di akhiri berbuka di waktu magrib.

Puasa Tarwiyah dianjurkan bagi yang berhaji maupun yang tidak sedang berhaji, Sedangkan puasa Arafah hanya disunnahkan bagi yang tidak berhaji saja. Kedua puasa tersebut tidak di wajibkan. Kalau memang dirasa anda tidak mampu melakukan puasa tersebut maka bolleh tidak melakukanya. Tetapi kalau dirasa mampu, maka silahkan lakukan puasa tersebut dengan penuh ikhlas.

Di bulan Dzulhijjah memang memiliki nama-nama hari tersendiri. Jika dilanjutkan, hari ke-10 Dzulhijjah itu dinamakan Hari Nahr atau Hari Qurban, hari ke-11 disebut Hari Maqarr (menetap di Mina), hari ke-12 Nafar Awal, dan hari ke-13 Nafar Tsani. (Hasyiyah al-Bujairami ala al-Manhaj, VI, 137)


Baca Juga :


Niat puasa Tarwiyah dan Arafah

Niat puasa Tarwiyah dan Arafah adalah sebagai berikut.

نويتُ صومَ تَرْوِيَة سُنّةً لله تعالى

“Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahitaala”

Artinya : “Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta’ala

نويتُ صومَ عرفة سُنّةً لله تعالى

“Nawaitu shauma arofata sunnatan lillahitaala”

Artinya : “Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah ta’ala

Niat ini boleh dibaca malam maupun sebelum mau melakukan sahur.

 

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah

Banyak sekali keutamaan puasa tarwiyah dan arafah ini. Keutamaan dua puasa sunnah ini sangat besar sekali pahalanya. Dalam disebutkan dalam sebuah hadits.

صَومُ يَوْمِ التَّرْوِيَّةِ كَفَّارَةٌ سَنَةً وَصَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ كَفَّارَةٌ سَنَتَيْنِ

Puasa Hari Tarwiyah menghapus dosa setahun, dan puasa Hari Arafah menghapus dosa dua tahun. (Jamiul Ahadits, XIV, 34)

Hari arafah disebut sebagai hari yang paling utama (afdlol al ayyam), karena puasa Arafah bisa menghapus dosa dua tahun. Sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim:

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ مِنْ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ

Tidak ada hari yang lebih banyak Allah membebaskan dari api neraka dibanding hari Arafah.

Puasa Arafah hanya disunnahkan bagi selain jamaah haji, sedangkan bagi yang sedang menunaikan ibadah haji tidak disunnahkan, walaupun orang tersebut kuat melaksanakannya. Alasannya, karena ittiba’ kepada sunnah Nabi. Apabila tetap melakukan puasa, maka hukumnya khilaful aula. Hal itu berbeda dengan pendapat Imam an Nawawi yang menganggapnya makruh. Namun, bila sudah tiba di Arafah pada malam hari, maka tidak dimakruhkan, sebagaimana disebutkan asy Syafi’i dalam kitab al-Imla’. (Asnal Mathalib, V, 385)

Puasa Arafah dan Tarwiyah sangat dianjurkan, untuk turut merasakan nikmat yang sedang dirasakan oleh para jamaah haji yang sedang menjalankan ibadah di tanah suci. Hari-hari pada sepersepuluh bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang istimewa. Abnu Abbas r.a meriwayatkan Rasulullah s.a.w bersabda:

ما مِن أيامٍ العملُ الصالحُ فيها أحبُّ إلى اللهِ من هذه الأيامِ يَعْني أيامَ العشرِ قالوا: يا رسولَ اللهِ! ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجلٌ خَرَجَ بنفسه ومالِه فلم يرجعْ من ذلك شيء

Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya : Ya Rasulullah! walaupun jihad di jalan Allah? Sabda Rasulullah: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya (menjadi syahid),” (HR Bukhari)

Dengan mengetahui keutamaan yang melimpah itu, ada baiknya kita melaksanakan puasa Tarwiyah dan Arafah. Pahala kita akan bertambah, dosa-dosa kita dihapus, dan memperoleh ridlo Allah. Mudah-mudahan kita menjadi bagian dari orang-orang yang mendapat keberkahan di Hari Raya Idul Adha

777 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini